Toni RM, Desak Inspektorat Agar Mengaudit Lelang Tanah Kas Desa Babadan Indramayu

 

Indramayu, jurnalpelita.com– Masyarakat Desa Babadan kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu yang melaporkan kuwunya sendiri di Polres Indramayu terkait dugaan 2 kali lelang tanah bengkok dan titisara prosesnya terus bergulir yang di kuasakan kepada advokat Toni RM mendatangi kantor Inspektorat untuk minta kejelasan hasil pemeriksaan Tipikor polres Indramayu yang sudah di expost ke Inspektorat. Senin 28/11/2022.

Pengacara warga Masyarakat Desa Babadan Toni RM mengatakan bahwa untuk menindak lanjuti proses kasus dugaan 2 kali lelang tanah kas Desa atau tanah bengkok dan titisara di tahun 2021 yang yang sudah dilaporkan di Polres Indramayu yang terlapornya Kuwu Desa Babadan yaitu Kuwu Sugeng sudah selesai dalam pemeriksaan termasuk bendahara Desa oleh unit tipikor, hasil penyidikan Polres Indramayu unit Tipikor melimpahkan atau expost ke Inspektorat untuk di tindak lanjuti oleh infektorat untuk proses audit.

“Unit Tipikor polres Indramayu sudah meng expost hasil penyidikan dugaan 2 kali lelang tanah bengkok dan titisara ke Inspektorat pada 12 November 2022, saat ini sedang di bahas oleh infektorat atas dugaan 2 kali lelang tanah kas Desa dan keterangan dari irbansus (inspektur pembantu khusus) Saifudin akan di bentuk Tim khusus pada Minggu depan dan memeriksa pihak pihak terkait,” terangnya.

Lanjutnya, Uraian hasil lelang di tahun 2021 oleh Kuwu sugeng di bulan Oktober dari tanah bengkok sebesar 443.500,000, dan hasil lelang tanah titisara 80.200,000 totalnya 523.700,00.

Masih menurut Toni, Dari hasil lelang tanah kas desa yaitu 523.700.000 dipotong biaya lelang sebesar Rp50.000.000. Kemudian dimasukkan ke Kas Desa Babadan pada tanggal 28 April 2022 sebesar Rp439.930.000, dan Uang 439.930.000 digunakan untuk tambahan tunjangan Kuwu dan Pamong dan sedekah bumi Rp25.000.000, sehingga masih sisa di Kas Desa uang hasil lelang tahun 2021 sebesar Rp45.480.000.
Biaya lelang Rp50.000.000 ditambah uang yang disetor ke Kas Desa 439.930.000 hasilnya Rp489.930.000. Masih ada selisih kekurangan sebesar Rp33.770.000 yang belum bisa dipertanggung jawabkan. Informasi dari Tim Penyidik bahwa uang hasil lelang sebesar Rp33.770.000 yang belum bisa dipertanggung jawabkan.

“Kami mendorong agar Inspektorat segera memeriksa kasus lelang Tanah Kas Desa Babadan Tahun 2021 yang dilakukan oleh Kuwu Sugeng pada bulan Oktober 2021 agar segera diputuskan,” tegasnya.

Sementara saat dimintai keterangan via telpon genggamnya, Kuwu Desa Babadan Sugeng enggan memberikan tanggapan secara rincI.

Kajen

Comments
Loading...