Srikandi Jatibarang Baru, Jenguk Bocah Gizi Buruk di Desa Sleman

Indramayu,Jurnalpelita.com – Uswa Aora Istiqomah, bocah 9 tahun penderita gizi buruk di Kabupaten Indramayu bisa sedikit tersenyum.

Setelah ramai diberitakan Jurnalpelita.com, rumah Uswa di Blok Gempol Desa Sleman Lor RT.05/01 (depan BRI Unit Tambi) Kecamatan Sliyeg, itu ramai dikunjungi warga.

Tidak sekadar ingin memastikan keadaan bocah malang itu, warga juga memberikan bantuan dan sumbangan untuk Uswa.

Seperti yang terlihat pada Minggu, 28 Februari 2021. Serombongan wanita yang menamakan dirinya ‘Srikandi Jatibarang Baru’ Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu menyempatkan diri mengunjungi Uswa dan neneknya, Dayuni (57 tahun).

Hj. Saneri, pemimpin rombongan, mengaku tergerak memberi bantuan kepada Uswa setelah membaca beritanya di Jurnalpelita.com.

“Kami menjenguk sebagai wujud empati. Walaupun kami bebeda desa, tapi teman-teman Srikandi sepakat untuk memberikan bantuan sekadarnya untuk Nok Uswa,” tutur istri H Surana, Calon Kuwu (Kepala Desa) Jatibarang Baru ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, bocah bernama Uswa Aora Istiqomah (9 tahun) ini berada dalam kondisi teramat menyedihkan.

Tubuhnya kurus kering. Ia juga tidak bisa berjalan. Sehari-harinya hanya dihabiskan dengan terbaring.

Uswa, seorang gadis yatim piatu. Kedua orang tuanya telah meninggal dunia sejak ia berusia empat tahun.

Gadis yang diduga kuat menderita gizi buruk tinggal bersama seorang neneknya, Dayuni (57 tahun), warga Desa Sleman Lor, Gempol, Desa Sleman Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu.

Ia tinggal di rumah sederhana di daerah depan Kantor BRI Unit Tambi. Neneknya yang hanya seorang buruh tani tidak memiliki kemampuan untuk mengobati cucunya.

Sampai hari pasangan Nina-Lucky dilantik di Bandung Jumat pagi ini, Uswa belum ditangani oleh tenaga kesehatan atau dokter.

“Duit darimana untuk mengobati cucu saya,” tutur Daryuni.

Selama ini, ia hanya pasrah melihat kondisi yang menimpa cucu tersayangnya. Uswa mengalami gizi buruk selama tiga bulan terakhir.

Sebenarnya Dayuni sudah berusaha membawa cucunya ke Puskesmas. Termasuk juga memeriksakan ke dokter yang berpraktik di desa tersebut.

Namun penyakit yang diderita cucunya tidak kunjung sembuh. Bahkan makin ke belakang makin memburuk.

“Sudah sempat ke Puskesmas dan periksa ke dokter, tapi tidak ada perkembangan. Kata dokter, cucu saya menderita gizi buruk,” tutur Dayuni.

Dituturkan, kesimpulan gizi buruk diperolehh dari hasil pemeriksaan dr. Rezha Anazrie, dokter yang praktik di desa tersebut.

Hingga kini kondisi Uswa terus memburuk. Tubuhnya makin kurus, hanya tersisa tulang dan tampak sangat ringkih.

Berat badannya, untuk anak berusia 9 tahun, di bawah 10 kilogram. Padahal normalnya harusnya di atas 30 kilogram.

Dayuni berharap, gizi buruk yang menimpa cucunya memperoleh perhatian dari Bupati dan Wakil Bupati Indramayu yang baru dilantik.

“Mudah-mudahan Ibu Bupati yang baru memperhatikan cucu saya,” tutur Dayuni.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Deden Bonni Koswara, mengatakan Uswa sebetulnya telah ditangani dokter Puskemas. “Sudah, yang menangani dokter Puskesmas,” kata Deden.// Redaksi

Comments
Loading...