Sewa Algojo Bunuh Anak, Ibu Tiri Bayar pakai Minuman Keras

 

Indramayu, jurnalpelita.com– Berdasarkan laporan Nomor : LP / B / 29 / IX / 2021 / POLSEK BALONGAN / POLRES INDRAMAYU / POLDA JABAR, pada tanggal 20 September 2021, dan kejadian penemuan mayat pada hari Sabtu tanggal 14 Agustus 2021, sekira jam 18.00 Wib telah di temukan sesosok mayat anak kecil di sungai Prawira Desa Rawadalem Kec. Balongan Kab. Indramayu. Kamis 23/09/2021.

Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif, mengatakan bahwa korban pembunuhan MYK Als U, (umur 7 tahun 11 bulan), dari Desa Benda Kec. Karangampel Kab. Indramayu.Dan setelah dilakukan Tes DNA korban dengan M yang mengaku bapaknya dengan hasil Tes DNA bahwa benar mayat tersebut adalah korban MYK als. U.

“Setelah mendapatkan identitas mayat adalah korban MYK Als U pada hari Senin tanggal 06 September 2021 kemudian unit Reskrim Polsek Balongan bersama dengan Sat Reskrim Polres Indramayu mencari dan mengumpulkan informsai dengan siapa korban terakhir kali terlihat ketika masih hidup kemudian didapatkan informasi dari salah seorang warga Kec. Karangampel apabila pada hari Sabtu tanggal 14 Agustus 2021 sekira pukul 16.00 Wib korban terlihat sedang dibonceng didepan oleh seorang pemuda berpenampilan anak punk dengan rambut poni pirang menggunakan sepeda motor Honda Beat warna hitam list hijau dan juga terlihat oleh saksi lain di sekitar sungai prawira dengan ciri-ciri pemuda yang sama dengan seorang anak laki-laki selanjutnya dilakukan pencarian terhadap laki-laki dengan ciri yang dimaksud dan diketahui identitasnya SYAEFUDIN Als WADING kemudian berhasil diamankan

Perencanaan pembunuhan berjalan tersangka 1 ( SANIYA ADITIYA Als TIA) 21 tahun menyuruh tersangka 2 (SYAEFUDIN Als WADING) 26 tahun Sebagai algojo untuk membawa korban dan menceburkannya ke sungai dimana saja hingga korban tidak bisa kembali lagi atau mati dengan dijanjikan diberikan hadiah kemudian tersangka 2 membawa korban ke sungai prawira lalu mendorong tubuh korban hingga terjatuh ke dalam sungai dan tenggelam.

Tersangka 1 yang merupakan ibu tiri korban merasa cemburu dan sakit hati kepada korban karena bapak korban sering membedakan perlakuannya terhadap korban dengan anak kandung tersangka 1 dan korban sering membuat tersangka 1 kesal karena susah diatur, suka mengamuk sambil menjambak rambut tersangka 1 serta nakal.

Tersangka 2 merasa tidak enak menolak keinginan tersangka 1 yang merupakan teman nongkrongnya dan tersangka 1 juga menjanjikan akan memberikan sebotol Minuman keras dari tersangka 2.

Pasal yang kami terapkan Pasal 340 KUHP atau pasal 338 KUHP atau 80 ayat (3) UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun. – Dipidana Penjara paling lama 15 (lima belas tahun) dan denda paling banyak Rp. 3.000.000.000,00 (tiga milyar rupiah)

Kajen

Comments
Loading...