Selama 24 Tahun, wanita di Pemalang ini Masih Bertahan Dengan Berjualan Aneka Kerupuk

 

Pemalang ,- Kerupuk adalah olahan dari berbagai bahan , seperti Tapioka , Terigu , rempah – rempah dan bumbu Penyebab , serta sedikit pewarna sebagai Pemantik tampilan agar menarik.

 

Ada beberapa jenis atau nama kerupuk yang umum di jajakan pasaran baik , pasar tradisional ataupun pasar modern seperti Mal dan pasar swalayan .
Berikut nama – nama jenis kerupuk .

1.Slondog .
2.Kuda poni.
3.Srimping.
4.Kerupuk udang.
5.Gender.
6.rambak jari.
7.kerupuk kedelai.
8.Borobudur.
9.Lampion.
10. kerupuk udang.
11.kerupuk jengkol.
12.Mie usek ( kerupuk goreng pasir ).

Serta masih banyak Jenis kerupuk tradisional lain nya . adalah Sri ( 50 th ) Sudah 24 tahun lama nya , berjualan aneka macam jenis kerupuk , seperti yang di sebut di atas , dari beberapa nama Kerupuk , ada salah satu kerupuk , yang tidak lazim cara memasaknya , kebanyakan untuk mematangkan atau menggoreng kerupuk , di hasilkan atau di masak , dengan minyak goreng kemasan atau minyak goreng curah , akan tetapi untuk mi usel atau mi usek , cara menggoreng nya bukan dengan minyak goreng tetapi memakai pasir laut , pasir dijamur terlebih dahulu agar kering tidak ada kandungan airnya , lalu disangrai , baru setelah benar – benar kering , pasir di taruh di penggorengan atau wajan .

 

 

 

 

Setelah di rasakan cukup panasnya baru lah kerupuk usek , dimasukan di dalam penggorengan yang berisi pasir bukan minyak goreng .

Bunyi krusak kresek , serta di benamkan ) di usek – usek ) itulah yang menjadikan krupuk ini , dimanakan kerupuk usek . Ada juga yang menamakan ” kerupuk miskin ” karena beranggapan minyak goreng mahal , jadi kerupuk tidak bisa di goreng dengan minyak , jadi suatu gambaran kemisikanan , masak tidak mampu pakai minyak , sebagai gantinya adalah pasir laut .

Sri penjual aneka macam jenis kerupuk tersebut, memasarkan dagangannya ke beberapa kampung , seperti Desa Penggarit , Cibelok , Sungapan , dan untuk tempat dia mangkal setiap hari , dari pagi sampai siang , ada di pasar Banjardawa , Kecamatan Taman .

Ketika di temui awak media , ibu dari beberapa anak yang ikut membantu jualan juga , berada diacara Car Frre Day hari minggu (24 juli 2022 ) di Alun – alun kota Pemalang .

Dari ratusan pedagang yang berjualan diacara yang sempat di tutup selama dua tahun karena bencana Covid korona ini , lapak dagangan kerupuk punya Sri termasuk Ramai , di kunjungi para pembeli .

Heni salah satu pembeli dari kelurahan Widuri mengatakan , untuk dagangan kerupuk punya Sri , Slondog sama mi usek yang paling di minati .

” Disamping aman dari kolesterol , sensasi bunyi kriuk nya yang menyebabkan dia menyukai panganan kering dari tapioka ini ” kata Heni.

Dari pantauan awak media , masih banyak nya para pedagang yang menggunakan plastik , sebagai pembukus makanan , belum maksimal target Pemkab Pemalang , untuk mengurangi pengguanaan plastik sebagai pembukus masakan , juga masih banyak nya Kendaraan bermotor masuk ke area CFD , sebagai bentuk nyata hari minggu , di alun alun Kota Pemalang , belum bebas kendaraan bermotor , seperti prinsip CAR FREE DAY itu sendiri.

Ragil – 74

Comments
Loading...