Minggu Depan, Kejati Jabar akan periksa dua tersangka lagi kasus RTH Jatibarang

 

Ditahannya dua pejabat DPKPP Kabupaten Indramayu oleh Kejaksaan Tinggi Jabar, yakni S selaku Kepala Dinas dan B.S.M selaku Kepala Bidang di dinas tersebut dinilai sangat memperhatikan bagi para pejabat penting di Kabupaten Indramayu itu sendiri.

Saat ditemui di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Indramayu, Wakil Bupati Lucky Hakim menyampaikan rasa prihatinnya terkait dua pejabat DPKPP yang ditahan oleh Kejati Jabar. Dia sangat menyayangkan atas kejadian tersebut, karena menurutnya pembangunan Ruang Terbuka HIjau (RTH) di Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu pada Tahun 2019 lalu.

Lucky Hakim, Wakil Bupati Indramayu

“Ini bagian dari prosesnya, mungkin pemanggilan sudah dilakukan, dan ini menjadikan pelajaran bagi kita semua khususnya para pejabat publik, untuk lebih mawas diri,” Katanya. Kamis, 30/9/2021.

Dia melanjutkan, bahwa pihak Pemerintah Daerah Indramayu bekerjasama dengan KPK sudah mengupayakan berbagai macam pencegahan guna menekan angka korupsi di Indramayu.

“Hal itu sudah kami lakukan, namun lain lagi bilamana memang sudah ada niatan korupsi, karena tindakan korupsi itu sudah ada niatan berdasarkan kesalahan administrasi, sehingga mengakibatkan kerugian negara,” Ujarnya.

 

 

 

 

Lucky menyebut, tindakan pencegahan yang dilakukan oleh KPK sendiri bukan hanya memberantas keniatan untuk korupsi saja, namun kata dia ada yang lebih teknis lagi yakni hal yang bisa menimbulkan korupsi.

Dia berpesan kepada semua pejabat publik agar lebih hati-hati lagi dalam menjalankan tugasnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, H. Syaefudin selaku ketua DPRD Kabupaten Indramayu, menyampaikan rasa prihatinnya karena telah ditemukan kasus RTH dan menimpa dua pejabat di lingkungan dinas DPKPP Indramayu, dalam hal ini dia berpesan kepada para pejabat lain agar selalu berhati-hati dalam bekerja.

H. Syaefudin, Ketua DPRD Indramayu

“Jangan menyalah gunakan wewenang dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum,” Tuturnya.

Terpisah, saat dimintai keterangan via telpon genggamnya Dodi Gazali Emil, SH selaku Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jabar menyampaikan bahwa empat dari tersangka tersebut dua diantaranya sudah dilakukan penahanan, sedangkan yang dua lagi yakni P.P.P selaku Direktur Utama PT. M.P.G dan N selaku Pihak Swasta/Makelar sudah dilakukan pemanggilan namun masih belum bisa hadir.

“Yang dua lagi kita panggil juga, namun melalui pengacaranya, tidak bisa hadir dan kita jadwalkan lagi minggu depan,” Terangnya.

Adam P

Comments
Loading...