Merasa Terancam, Sesepuh LPKSM Al Jabar Lapor Polisi, Aditya : Kita tunggu Perkembangannya

 

Pasca bentrokan antara LPKSM Al Jabar dengan Ormas LMPI Kabupaten Cirebon memasuki babak baru dimana usai melakukan klarifikasi dan permintaan maaf dari Sesepuh Al Jabbar, Ahmad Yusuf, Kiai Didi didampingi Advokat Qorib pada 21 Juli 2022 lalu, kiai Didi yang merupakan Pembina pesantren abangan sekaligus sesepuh Al Jabar mendapatkan ancaman yang diduga dari pihak ormas LMPI.

Hal itu dikatakan oleh Aditya Firmansyah
Selaku Kuasa Hukum LPKSM Al Jabbar, dia mengatakan salah satu Sesepuh Al Jabar yakni kiai Didi mendapatkan ancaman dari seseorang yang diduga ormas LMPI Kabupaten Cirebon. Adit menyebut Pengancaman tersebut terjadi usai melakukan press release terkait kejadian bentrokan.

“Pada malam hari dua ada orang mendatangi rumah kiai Didi yang di ketahui kemudian berinisial Sdr. A dan Sdr K dan setelah beberapa lama datang lagi dua orang yang berbeda dan tidak diketahui identitasnya yang juga mencari kia Didi,” kata Aditya saat Press release di Markas Al Jabbar di Desa Beberan Kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon, Kamis (28/7/2022).

Ia Memaparkan kiai Didi yang merasa terancam langsung mendatangi kiai SZ dan menanyakan kepada yang bersangkutan siapa yang datang mencari dirinya dikediamannya.

“Kiai SZ kemudian menelepon Haji I dan yang bersangkutan merupakan Ketua Ormas LMPI membenarkan bahwa yang datang mencari kia Didi betul merupakan anggotanya,” kata Aditya.

Selanjutnya, kata Aditya, karena kiai Didi merasa ketakutan dan terintimidasi sang kiai meminta nomor telepon Haji I kepada SZ untuk meminta maaf dan klarifikasi secara langsung.

“Pada Sabtu tanggal 23 Juli 2022 kia Didi menghubungi Haji i dan mengklarifikasi serta meminta maaf jika tindakannya menyinggung dirinya, akan tetapi yang bersangkutan malah membalas dengan kata umpatan melalui pesan suara,” ucapnya.

Sehingga dengan kejadian tersebut, lanjut Aditya, pihaknya melaporkan Haji I yang merupakan ketua ormas LMPI ke Polresta Cirebon.

 

 

 

 

Menurutnya laporan tersebut dilakukan karena kiai Didi merasa terancam dengan umpatan yang dilakukan Haji I.

“Kita sudah melaporkan masalah ancaman yang dilakukan Haji i kepada kiai Didi ke Polresta Cirebon,” katanya.

Sementara itu, Sesepuh LPKSM Al Jabbar, kiai Didi membenarkan adanya ancaman yang ditunjukan kepada dirinya. Karena merasa takut dengan ancaman tersebut, Dirinya melaporkan kepada kuasa hukum.

“Saya takut karena ada orang yang mencari saya serta mendapatkan ancaman dari Haji i saya langsung melaporkan ke kuasa hukum,” katanya.

Ia menjelaskan ancaman tersebut terkait dirinya ikut dalam press release untuk permintaan maaf kepada masyarakat karena kejadian beberapa hari lalu.

“Sebagai yang ditugaskan sebagai pembina pesantren, maka anak-anak yang dianggap brutal, sehingga saya bertanggungjawab untuk membinanya. Sehingga saya perlu hadir dalam klarifikasi diantaranya karena waktu itu saya tidak ada, saya sedang di rumah sakit, kalaupun misalnya mereka mau nyuruh. Kiai dan sesepuh Al Jabbar tidak tahu sama sekali sehingga kami klarifikasi bahwa kami tidak tahu dan itu adalah memang pasti ada awalnya. Sebab tidak mungkin sesuatu yang dianggap luar biasa tanpa ada awalnya,” ucapnya. (*)

Comments
Loading...