Korban dan Pelaku Kasus Penipuan Tempuh Restorative Justice Di Polsek Terisi

 

Indramayu, jurnalpelita.com– Kasus yang di duga melakukan penipuan dan penggelapan yang di duga pelaku dan korban melakukan
restorative justice, di fasilitasi Polsek Terisi jajaran Polres Indramayu Polda Jabar m Rabu 16/11/2022.

Kasus yang di duga melakukan penipuan dan penggelapan dalam penyelesaian dengan cara restorative justice dihadiri kedua belah pihak dan dari kepolisian Bripka Wahyudin (Kanit Reskrim Polsek Terisi), Briptu Subandi, S.H., H. Roni Haryadi dan Rohmat, di Mako Polsek Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP M. Lukman Syarif melalui Kapolsek Terisi, AKP Hendro Ruhanda mengatakan, kasus bermula ketika pelapor H. Roni Haryadi (47) melaporkan Rohmat (71), karena melakukan penipuan dan atau penggelapan, di Mako Polres Indramayu pada 28 September 2022.

Selanjutnya, kasus tersebut di limpahkan ke Polsek Terisi dan dari Polsek Terisi atas permintaan kedua belah pihak untuk mempertemukan antara pihak pelapor dan terlapor.

“Kemudian kedua belah pihak atas kehendak bersama beritikad baik mengadakan musyawarah dan mufakat sehingga tercapai kesepakatan perdamaian,” ucapnya

didampingi Kasi Humas Polres Indramayu, Iptu Didi Wahyudi serta

Lanjut disampaikan Kapolsek yang di dampingi Kanit Reskrim Polsek Terisi, Bripka Wahyudin, dalam kesempatan tersebut terlapor meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut kepada pelapor dan pihak manapun.

Terlapor juga mengembalikan uang sebesar Rp. 10.000.000,-( sepuluh juta rupiah ) kepada pelapor.

“Terlapor dan pelapor pun sepakat bahwa perkara tersebut diselesaikan dengan cara musyawarah atau menempuh jalan Restorative Justice dan permasalahan tersebut di atas sudah dianggap selesai dan tidak akan dilanjutkan ke tingkat penyidikan, serta apabila di kemudian hari ada pihak lain yang mempermasalahkan kembali perkara tersebut dianggap tidak sah / gugur demi hukum,” terangnya.

Kajen

Comments
Loading...