Ini Baru Sultan, Selamatan pakai ember besar dan air galon

 

Tegal – Jawatengah , – Syukuran atau Selamatan memperringati 7 hari bagi kematian keluarga yang meninggal , sudah umum dilakukan warga , yang beragama islam di negara kita , biasanaya akan dilanjutkan dengan 40 Hari , 100 Hari dan satu tahun atau Istilah orang Jawa ” Mendak ” .

Hal ini dilakukan sebagai Bentuk mendoakan , bagi Almarhum di keluarga orang yang melakukan Tahlilan kematian atau 7 Hari dan seterusnya , para tetangga , sanak saudara dan keluarga berkumpul bersama membaca doa , tahlil dan Surat Yasin , bagi Almarhum yang telah meninggal dunia .

Di Kabupaten Tegal – Jawa Tengah , tepat nya di Desa kagok , Kacamatan Slawi , Kabupaten Tegal . Ada yang unik dari acara Syukuran memperingati 7 Hari keluarga yang meninggal , bagi para tamu undangan yang datang , setelah membacakan doa bersama , kemudian diteruskan dengan acara makan dan minum , ketika para Tamu pulang di sediakan dengan ” Berkat ” menurut istilah setempat , yang ukurannya tidak pada umumnya seperti kebanyakan orang Tahlilan .

 

 

 

 

Ember atau bak besar dan satu galon air , diperuntukan bagi para tamu undangan , sebagai tanda terima kasih dan sedekah dari tuan rumah buat para tamu undangan yang Pulang .

Padahal biasanya Berkat yang berisi macam – macam makanan , dimasukan kedalam piti atau cepon , tapi di acara tahlilan 7 hari Ibunya , Jimmy laksana seorang warga Desa kagok tersebut , mengganti piti atau cepon dengan satu ember besar dan segalon air bagi para tamu undangan .

Menurut Jimmy laksana , keluarganya menyediakan Sekitar 140 Berkat besar dan Galon air putih , semuanya untuk Masyarakat sekitar , dan yang datang mendoakan Almarhum Ibunya .

” Bukan bermaksud biar seperti Sultan atau apa , tujuan kami hanya ingin Sedekah buat Orang Tua , dari kami yang masih hidup , berbakti untuk Orang Tua yang sudah Tiada ” Jelas Jimmy laksana .

Ragil 74 – dikutip dari PanturaPost.

Comments
Loading...