CLOSE ADS
CLOSE ADS

13.2.26 ,


Jurnalpelita - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Indramayu terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan. Melalui program Jemput Bola Layanan Kesehatan (Jempol YanKes), jajaran Klinik Pratama Lapas Kelas IIB Indramayu secara langsung mendatangi blok hunian untuk memastikan kondisi kesehatan warga binaan tetap terpantau.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/02/2026),di Angin-angin Blok A, ini menjadi langkah konkret dalam mendekatkan layanan kesehatan kepada warga binaan tanpa harus menunggu mereka datang ke klinik.

Tim kesehatan melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pengecekan tanda-tanda vital, wawancara terkait keluhan yang dirasakan, hingga pemberian obat sesuai indikasi medis. Jika ditemukan kondisi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, dilakukan observasi lanjutan dan rujukan ke fasilitas kesehatan di luar lapas apabila diperlukan. Kegiatan berlangsung dengan pengawasan jajaran pengamanan dan dalam situasi aman, tertib, serta kondusif.

Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu, Fery Berthoni, menegaskan bahwa program Jempol YanKes merupakan bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memberikan pelayanan prima, khususnya di bidang kesehatan.

“Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami. Melalui program jemput bola ini, kami ingin memastikan setiap warga binaan mendapatkan akses layanan kesehatan secara cepat dan tepat. Deteksi dini sangat penting agar gangguan kesehatan dapat segera ditangani dan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius,” kata Berthoni.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan yang optimal merupakan bagian dari upaya pembinaan yang humanis dan berkelanjutan. Dengan kondisi kesehatan yang terjaga, proses pembinaan di dalam lapas dapat berjalan lebih efektif.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Indramayu akan terus melakukan pemantauan lanjutan terhadap warga binaan yang memiliki keluhan kesehatan serta melaporkan hasil kegiatan kepada pimpinan sebagai bentuk akuntabilitas dan evaluasi program. Melalui inovasi Jempol YanKes, Lapas Indramayu berupaya menghadirkan pelayanan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan warga binaan.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pokja

13.2.26 ,


Jurnalpelita - Selama bulan suci ramadhan tahun 2026, pelayanan Lapas Kelas IIB Indramayu baik keluarga binaan maupun masyarakat tetap dilaksanakan, di antaranya pelayanan informasi dan kunjungan.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Lapas Indramayu Fery Berthoni menuturkan, bahwa jadwal kunjungan tetap berlaku namun berbeda dengan hari biasa.

"Hanya saja selama ini kan pelayanan kunjungan dari hari Senin sampai Kamis full untuk kunjungan tatap muka, Namun di bulan suci Ramadan, jenis kunjungan dibagi dua," Tuturnya. Jumat. 13/2/2026.

Ia menuturkan pada jadwal pagi, pelayanan kunjungan dilakukan tatap muka, dan untuk sesi dua yaitu sore, dari jam dua sampai jam empat (14:00 - 16:00), hanya untuk penitipan makanan.

"Tujuannya adalah meskipun keberadaannya masih di dalam, warga binaan dapat merasakan masakan dari keluarganya masing-masing melalui layanan titipan makanan untuk berbuka puasa," Paparnya

Ia menjelaskan bahwa Pelayanan tersebut dilakukan setiap hari Senin sampai dengan Kamis. Sedangkan untuk hari Jumat, Sabtu dan Minggu-nya tidak ada jadwal.

"Untuk hari libur seperti biasa, masih sama." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji AP
Foto/Video
By.
Aji AP

13.2.26 ,


Jurnalpelita - Komandan Kodim 0616/Indramayu Letkol Arm Tulus Widodo, SE., M.Han., mendampingi Danrem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf Hista Soleh Harahap, S.IP., M.I.P., M.Han., menghadiri kegiatan launching peresmian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), ground breaking serta peresmian gudang ketahanan pangan oleh Presiden RI yang dilaksanakan secara virtual melalui zoom meeting. Kegiatan berlangsung di Polres Indramayu, Desa Larangan, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Barat H. Erwan Setiawan, Wakapolda dari Polda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid A.B., S.I.K., M.Hun., M.S.M., unsur Forkopimda, tokoh agama, serta undangan lainnya.

Dalam kegiatan tersebut, Danrem 063/Sunan Gunung Jati yang mewakili Pangdam III/Siliwangi menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah dalam penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat melalui operasional SPPG. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting.

Tokoh agama KH. Syairoji Bilal menyampaikan rasa bangga atas hadirnya SPPG sebagai bentuk pengamalan nilai Pancasila serta upaya pemerataan kesejahteraan masyarakat. Sementara Wakapolda Jawa Barat menegaskan bahwa program SPPG merupakan bagian dari Program Makan Bergizi Gratis guna menciptakan generasi sehat, produktif, dan berkualitas.

Wakil Gubernur Jawa Barat menambahkan bahwa keberadaan SPPG menjadi simbol sinergitas antara pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan pangan daerah.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian bantuan sosial secara simbolis kepada 10 penerima manfaat yang terdiri dari relawan, ibu hamil, serta pelajar.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim

13.2.26 ,


Jurnalpelita - INDRAMAYU – Unit Resmob Sat Reskrim Polres Indramayu Polda Jabar berhasil meringkus dua pria spesialis pencurian dengan kekerasan (curas) alias jambret perhiasan. Kedua pelaku diketahui telah meresahkan warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Indramayu.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Muchammad Arwin Bahar, mengungkapkan identitas kedua pelaku yakni MA (25) yang berperan sebagai joki dan S (33) sebagai eksekutor. 

Keduanya diringkus petugas pada Selasa malam (10/2/2026) sekitar pukul 21.50 WIB.

AKP Muchammad Arwin Bahar menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Kirsem (66), seorang ibu rumah tangga asal Desa Kertawinangun, Kecamatan Kandanghaur. Peristiwa kelam itu terjadi Kamis pagi (29/1/2026).

Saat itu, korban sedang menjemur pakaian di samping rumahnya. Tiba-tiba, ia didatangi pelaku yang berpura-pura menanyakan alamat. Secara kilat, pelaku menarik paksa kalung emas seberat 7,610 gram milik korban dan langsung kabur menuju temannya yang sudah bersiaga di pinggir jalan menggunakan sepeda motor.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materiil mencapai Rp 11.795.000," ujar AKP Muchammad Arwin Bahar, Jumat (13/2/2026).

Setelah penyelidikan intensif, Unit Resmob berhasil mengidentifikasi dan menciduk kedua orang tersebut. Dari hasil interogasi awal, pelaku MA mengakui telah beraksi sebanyak lima kali di lokasi berbeda, meliputi Kecamatan Kedokanbunder, Lelea, Jagapura, Kertawinangun, hingga Kandanghaur.

Sementara itu, pelaku S mengaku telah melancarkan aksi serupa sebanyak dua kali di wilayah Kecamatan Kandanghaur dan jalur Pantura. Dalam setiap aksinya, para pelaku selalu mengandalkan sepeda motor untuk mempermudah pelarian usai merampas perhiasan korban.

Emas hasil jarahan tersebut biasanya dijual kepada penadah dengan harga bervariasi, mulai dari Rp 500.000 hingga Rp 9,5 juta. Selain menangkap dua orang terduga pelaku, polisi turut menyita barang bukti berupa dua unit ponsel milik pelaku, serta pakaian dan sandal yang digunakan saat beraksi di wilayah Kecamatan Kandanghaur.

Kini, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Indramayu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengajak masyarakat untuk terus menjadi mitra Polri dalam menjaga keamanan dan menjaga lingkungan.

“Apabila masyarakat menemukan potensi gangguan kamtibmas, kami imbau untuk segera melaporkannya melalui layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU di WhatsApp 0819-9970-0110 atau melalui Call Center Polri 110,” ujar AKP Tarno.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Humas Polres Indramayu

12.2.26


Jurnalpelita - Pengurus dan anggota Jabar Bergerak di Kabupaten Indramayu resmi dikukuhkan oleh Atalia Praratya yang merupakan ketua Umum sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kamis, 12/2/2026.

Dalam kesempatan itu Atalalia menyampaikan bahwa Dengan hadirnya Jabar Bergerak di Kabupaten Indramayu diharapkan mampu memberikan kebermanfaatan yang dirasakan oleh masyarakat. Ia menegaskan bahwa kebaikan itu tidak boleh berhenti.

"Jabar Bergerak ini adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang inklusif ya. Dalam arti semua orang diperbolehkan untuk bergabung," Tuturnya.

Ia menegaskan bahwa dalam wadah ini Tidak ada warna partai apapun. Namun yang paling penting adalah bagi yang ingin bergabung punya niat untuk berbagi kebaikan untuk masyarakat.

"Kami tidak menggunakan dana APBD, kami juga tidak menggunakan dana yang berkaitan dengan kepemerintahan. Yang kami lakukan adalah kolaborasi selama ini dengan pemerintah, termasuk dengan masyarakat dan juga dengan berbagai instansi. Oleh karenanya, kami terus ingin menghadirkan kebermanfaatan itu," Tegasnya.

Dalam hal ini me-refresh kembali dengan adanya ketua baru. Ia berharap bahwa kebaikan itu akan terus bisa semakin solid dan semakin bisa terasa manfaatnya bagi 31 kecamatan di seluruh Kabupaten Indramayu itu.

"Jadi sejauh ini kami memang fokus terkait dengan sosial kemanusiaan, Jadi di kami itu ada lima bidang. Di bidang ini ada agama, ada sosial dan kebencanaan, kemudian ada pendidikan, kemudian juga ada kesehatan lingkungan, dan juga ada kuliner dan pariwisata," Paparnya.

Ia berharap bahwa apa yang bisa dihadirkan adalah bisa bermitra dengan pemerintah, kemudian dengan adanya kepemimpinan yang baru, mampu untuk memberikan warna tersendiri bagi jejak kebaikan yang dihasilkan.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Rida Hoeriyah selaku ketua Jabar Bergerak Kabupaten Indramayu menyampaikan bahwa Jabar Bergerak Indramayu benar-benar bisa berkontribusi dengan nyata untuk masyarakat Indramayu. "Seperti tadi adalah ambulance, itu pertama kali langkah kami agar semua masyarakat Indramayu semakin bisa-bisa memanfaatkan fasilitas yang ada," Jelasnya.


Selain itu kata dia, Jabar Bergerak juga Sadar Ketika Terjun di Lapangan, ada beberapa yang tidak masuk dalam daftar-daftar bantuan.

"Nah, itulah bagi kami untuk bisa memasukkan. Mudah-mudahan dengan hadirnya Jabar Bergerak Indramayu bisa berkontribusi nyata dan mohon dukungannya," Pungkasnya.


Pena  
 By.
Aji Adam
Editor
By.
Aji Adam
Foto/Video
By.
Aji Adam

12.2.26 ,


Jurnalpelita - Komite Olahraga Nasional (KONI) Indramayu resmi mengangkat Yogi Kurniawan sebagai ketua yang baru, dalam kesempatan ini Yogi terpilih secara aklamasi yang disepakati oleh 38 Cabang Olahraga (Cabor) yang ada di Indramayu. Kamis, 12/2/2026.

Dalam kesempatan itu, Sebagai Ketua KONI yang baru untuk periode 2026-2030, Yogi Kurniawan memiliki Langkah-langkah awal yang akan dilakukan yaitu sesuai dengan visi dan misi yang sudah diumumkan.

Hal itu disampaikan oleh Yogi Kurniawan saat usai menghadiri Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) XI tahun 2026, ia mengatakan bahwa saat ini fokus membangun kepengurusan dulu.

"Jadi kita mencari orang-orang yang tepat untuk di posisi ini dalam rangka memajukan KONI, mudah mudahan dalam waktu 7 hari ke depan sudah terbentuk," Katanya.

 Ia berharap, sebagai Ketua KONI yang baru, dirinya berharap agar diberikan kekuatan untuk menjadi pribadi yang amanah, dengan tujuan KONI yang ia pimpin saat ini bisa mengantarkan, membantu para cabor, khususnya atlet-atletnya untuk bisa lebih berprestasi.

"Ini tentu perlu sebuah perumusan yang lebih dalam bersama dengan pengurus yang lama juga kita akan kolaborasi," Tuturnya. 

Yogi menambahkan, dirinya juga akan membangun kepengurusan baru yang kompeten, dari situ ia akan membuat program kerja yang tentu akan lebih melihat daripada kebutuhan atlet itu sendiri. "Kita akan dorong dengan program-program kerja yang insyaallah akan mengantar mereka ke prestasi yang lebih baik," Ujarnya.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Trisula selaku ketua yang lama menyampaikan apresiasi dan menaruh harapan bagi ketua yang baru. "Mudah-mudahan selama dipimpin oleh Yogi Kurniawan, KONI Indramayu mendapatkan prestasi yang lebih baik," Harapanya.

Masih di tempat yang sama, Maman Kostaman selaku Ketua Pelaksana Musorkab menuturkan, setelah rapat pleno diperluas, dan dari hasil pendaftaran ternyata yang mendaftar hanya satu orang yaitu Yogi Kurniawan dan ditutup pada tanggal 8 lalu.
Maman Kostaman Ketua Pelaksana


Dalam hal ini Maman menjelaskan bahwa pemilihan ketua disepakati menggunakan metode secara kuorum, dari total 40 yang punya hak suara, dan 38 menyatakan yang hadir, sedangkan yang dua tidak hadir yaitu dari bulu tangkis dan dari cabang bola voli.

"Alasan ketidakhadirannya saya nggak tahu, tapi sudah diundang oleh kita secara layak, sedangkan 38 cabor yang hadir itu menyatakan bahwa musyawarah mufakat," Tuturnya.

Maman menegaskan, bahwa dalam ketentuan ini harus disetujui oleh dua per tiga dari 42 suara dan 40 cabor yang punya suara, lalu KONI Jawa Barat punya satu suara, dan KONI demisioner satu suara jadi 42.

"Jadi jumlah 38 sudah melebihi, padahal kuorum itu kan hanya 28." Pungkasnya.


Pena  
 By.
Editor
By.
Aji Adam
Foto/Video
By.
Aji Adam

11.2.26 , ,


Jurnalpelita - Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., memimpin langsung rapat lintas dinas bersama Asda I, BKAD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial membahas persoalan anggaran dan kepesertaan BPJS, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD, bukan oleh Ketua Komisi II, karena pembahasan melibatkan lintas dinas yang bukan seluruhnya menjadi mitra kerja Komisi II, seperti Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Penugasan tersebut diberikan langsung Ketua DPRD agar pembahasan dapat dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif.

“Kami hari ini Komisi II dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD karena ini lintas dinas. Ada Asda I, BKAD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS. Jadi harus ditangani secara menyeluruh,” ujar Sirojudin.

Dalam rapat tersebut, BPJS Kesehatan yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan hadir, berhalangan datang karena mendadak mendapat undangan dari pusat. DPRD pun memastikan akan menjadwalkan ulang pertemuan dengan pihak BPJS.

Salah satu poin krusial dalam rapat adalah penurunan drastis anggaran BPJS. Jika sebelumnya anggaran mencapai Rp203 miliar, pada 2026 tersisa hanya Rp56 miliar akibat pemangkasan dan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat.

Artinya, terjadi pengurangan sekitar Rp147 miliar. Bahkan, jika mengacu pada proyeksi kebutuhan 2026, kekurangannya diperkirakan mencapai lebih dari Rp170 miliar.

“Kami DPRD Indramayu tidak mau efisiensi ini justru merugikan masyarakat kecil. Jangan sampai karena efisiensi, rakyat kecil yang jadi korban,” tegasnya.

Ia menyebut, dengan anggaran yang tersedia saat ini, pembiayaan hanya mampu meng-cover hingga Juni 2026. Sementara kebutuhan layanan kesehatan masyarakat terus berjalan.

Sebagai solusi, DPRD bersama dinas terkait menyepakati mekanisme agar masyarakat tetap bisa mengakses layanan kesehatan, terutama peserta BPJS PBI (yang sebelumnya dikenal sebagai KIS) yang sempat dibekukan.

Mekanismenya, jika pasien masuk rumah sakit, maka pihak keluarga harus segera melapor ke desa untuk diproses melalui Dinas Sosial. Apabila dalam tiga hari perawatan datanya ditolak oleh Dinsos atau Kementerian Sosial, maka Pemerintah Daerah wajib meng-cover pembiayaan melalui skema BPJS Pemda.

“Kalau ditolak oleh pusat atau Dinsos, maka pemerintah daerah harus meng-cover. Mau tidak mau harus dianggarkan. Kami tidak mau masyarakat kecil ditolak saat sakit,” tegas Sirojudin.

Menurutnya, sakit adalah hal yang tidak bisa diprediksi dan merupakan kehendak Tuhan. Karena itu negara, termasuk pemerintah daerah, wajib hadir.

“Sakit itu urusan Tuhan. Jadi jangan sampai ada kesan masyarakat kecil tidak boleh sakit,” tambahnya.

Karena keterbatasan anggaran saat ini, DPRD berencana memasukkan kebutuhan tambahan pembiayaan tersebut dalam Anggaran Perubahan Tahun 2026. Badan Anggaran (Banggar) DPRD juga akan menindaklanjuti bersama Bupati Indramayu agar kekurangan anggaran dapat segera diantisipasi tanpa melanggar regulasi.

Program BPJS sendiri merupakan program nasional. Namun menurut Sirojudin, pemerintah daerah tetap memiliki ruang untuk menanggulangi persoalan selama tidak melanggar aturan.

“Ini memang program nasional, tapi daerah harus mencari solusi agar rakyat tidak dirugikan,” ujarnya.

Dalam rapat juga terungkap masih adanya tumpang tindih data penerima BPJS PBI. Beberapa warga yang tergolong mampu masih tercatat sebagai penerima bantuan iuran, sementara ada warga kurang mampu yang justru belum terakomodir.

Selain itu, ditemukan kasus suami-istri sama-sama memiliki kepesertaan berbeda, sehingga terjadi pemotongan ganda dan ketidakteraturan dalam peng-coveran anak.

Karena itu, DPRD mendorong dilakukan pendataan ulang secara valid, bahkan melibatkan bidan desa untuk memastikan siapa saja yang benar-benar layak menerima bantuan.

“Jangan sampai hak rakyat miskin diambil oleh orang yang mampu. Ini harus ditertibkan. Yang mampu harus mandiri, yang tidak mampu harus dibantu,” tegasnya.

Terkait peserta mandiri yang memiliki tunggakan, Sirojudin mengakui persoalan tersebut juga menjadi perhatian. Menurutnya, banyak warga menjadi peserta mandiri karena keterpaksaan saat tidak ter-cover skema bantuan.

Maka, Sirojudin menegaskan komitmen DPRD Indramayu untuk memastikan tidak ada masyarakat yang ditolak saat membutuhkan pelayanan kesehatan di tahun 2026.

“Kami sepakat, 2026 tidak boleh ada masyarakat yang ditolak berobat. Apapun risikonya, DPRD akan terus membantu masyarakat,” ujarnya.

Ia juga meminta peran media dan seluruh anggota DPRD untuk turut menyosialisasikan mekanisme tersebut kepada masyarakat, agar warga mengetahui langkah yang harus dilakukan jika menghadapi kendala layanan BPJS.

“Kalau ada hambatan, sampaikan. Kalau ditolak pusat, maka pemerintah daerah harus hadir. Tapi tentu ada prosesnya. Yang di-cover adalah yang sakitnya, sesuai ketentuan,” pungkasnya.


Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Redaksi



Jurnalpelita - Indramayu – Rabu, 11 Februari 2026
Kodim 0616/Indramayu melaksanakan kegiatan sosialisasi penerimaan Prajurit TNI Angkatan Darat kepada para siswa kelas XII SMK PGRI Jatibarang, sebagai bentuk pembinaan generasi muda dan upaya menjaring calon prajurit yang berkualitas, berjiwa nasionalisme, serta berkarakter disiplin.










Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman yang benar dan transparan terkait tahapan, persyaratan, serta peluang bergabung menjadi prajurit TNI AD. Para siswa dibekali informasi mengenai jalur penerimaan, kesiapan fisik dan mental, serta pentingnya menjaga kesehatan, kedisiplinan, dan integritas sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Kodim 0616/Indramayu menekankan bahwa penerimaan prajurit TNI AD tidak dipungut biaya dan mengajak para siswa untuk mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh apabila memiliki cita-cita mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para siswa, ditandai dengan sesi tanya jawab interaktif seputar dunia keprajuritan dan kehidupan prajurit TNI AD. Diharapkan, sosialisasi ini mampu menumbuhkan semangat juang, rasa cinta tanah air, serta motivasi generasi muda untuk menjadi bagian dari garda terdepan pertahanan negara.

Kodim 0616/Indramayu berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dan dunia pendidikan guna membina serta menyiapkan generasi muda yang tangguh, berwawasan kebangsaan, dan siap mengabdi untuk Indonesia.

Pena  
 By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto/Video
By.
Pendim

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget